15 Penyebab utama infertilitas wanita:
1. Tuba Falopi Tersumbat atau Rusak
Kerusakan ini biasanya disebabkan oleh salpingitis (peradangan tuba
falopi). Selain membuat sulit hamil, salpingitis juga dapat menyebabkan
kehamilan di luar kandungan (ektopik). Penyakit menular seksual (PMS)
klamidia dapat menyumbat saluran tuba falopi yang menyulitkan keluarnya
sel telur. Sekitar 70% sumbatan tuba falopi disebabkan oleh infeksi
klamidia.
2. Endometriosis
Endometriosis adalah pertumbuhan abnormal jaringan implan di luar
uterus, yang normalnya hanya tumbuh di uterus. Endrometriosis dapat
menghalangi proses konsepsi dan
perlekatan embrio di dinding uterus.
3. Kelainan Hormon
Kekurangan hormon lutein dan hormon perangsang folikel dapat
menyebabkan sel telur tidak dapat dilepaskan (ovulasi). Kelainan
kelenjar hipotalamus-pituitari juga dapat menyebabkan anomali hormonal
yang menghalangi ovulasi.
4. Tumor Pituitari
Tumor yang biasanya jinak ini dapat merusak sel-sel pelepas hormon di
kelenjar pituitari yang membuat siklus menstruasi terhenti pada wanita
atau produksi sperma menurun pada pria.
5. Kelebihan Prolaktin (Hiperprolaktinemia)
Prolaktin adalah hormon yang merangsang produksi ASI. Kelebihan
hormon prolaktin dapat mengganggu ovulasi. Bila seorang wanita banyak
mengeluarkan ASI meskipun tidak sedang menyusui, kemungkinan dia
menderita hiperprolaktinemia.
6. Polycystic Ovary Syndrome (PCOS).
Sindroma ini ditandai banyaknya kista ovarium dan produksi androgen
(hormon laki-laki) berlebihan, terutama testosteron. Akibatnya, sel
telur sulit matang dan terjebak di folikel (tidak
ovulasi).
7. Menopause Prematur
Menopause prematur terjadi bila wanita berhenti menstruasi dan
folikel ovariumnya menyusut sebelum usia 40 tahun. Kelainan imunitas,
radioterapi, kemoterapi dan merokok dapat memicu kelainan ini.
8. Tumor Rahim (Uterine Fibroids)
Tumor jinak di dinding rahim ini sering dijumpai pada wanita usia
30-40 tahun. Tumor ini dapat menyebabkan infertilitas bila menghalangi
tuba falopi dan perlekatan telur yang sudah dibuahi di dinding rahim.
9. Adesi
Adesi (adhesion) adalah sekelompok jaringan skar yang saling berkait
sehingga menyatukan dua permukaan organ yang normalnya saling terpisah.
Adesi yang melibatkan tuba falopi karena infeksi atau pembedahan dapat
menghalangi fungsi ovarium dan tuba falopi.
10. Kelainan Kelenjar Tiroid
Kelainan ini menyebabkan kelebihan atau kekurangan hormon tiroid yang mengacaukan siklus menstruasi.
11. Kelainan Anatomi Bawaan
Kelainan bawaan pada organ reproduksi dapat menyebabkan infertilitas.
Kelainan yang disebut Mullerian agenesis ditandai dengan tidak
berkembangnya vagina atau rahim. Wanita dengan kelainan ini masih dapat
punya anak melalui
bayi tabung dengan “menyewa” rahim wanita lain.
12. Merokok
Merokok
dapat membahayakan ovarium dan mengurangi jumlah/kualitas sel telur.
Riset menunjukkan wanita perokok cenderung mengalami menopause lebih
awal.
13. Stres
Neurotransmiter (pengirim pesan kimiawi) bekerja di kelenjar
hipotalamus untuk mengendalikan hormon-hormon reproduksi dan stres.
Tingkat hormon stres yang tinggi dapat mengganggu sistem reproduksi.
14. Terlalu Kurus atau Terlalu Gemuk
Wanita yang terlalu kurus, misalnya para atlet maraton atau penderita
anorexia, dapat kehilangan fungsi reproduksinya. Kegemukan dapat
menyebabkan infertilitas dengan berbagai cara. Policystic ovarian
sydrome (PCOS), misalnya, lebih sering terjadi pada wanita yang
kegemukan.
15. Faktor Lingkungan
Herbisida, pestisida, limbah industri dan polusi lainnya dapat
mempengaruhi fertilitas. Phtalate, zat kimia untuk melunakkan plastik,
diduga dapat mengganggu fungsi hormon-hormon tubuh.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar